PEREMPUAN INDONESIA || Bangga, bahagia sekaligus sedih mungkin perasaan ini yang sedang dirasakan oleh Luthfiya Nabila Fahmi salah satu wisudawan terbaik SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya usai mengikuti prosesi Wisuda Purna Siswa ke-49 pada Sabtu, (23/05/26).

Hebatnya lagi, gadis remaja berusia 18 tahun asal Cepu Kabupaten Blora Provinsi Jawa Tengah ini berhasil lolos dan diterima di International Undergraduate Program (IUP) Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Luthfiya Nabila Fahmi mengaku bangga bisa masuk di Perguruan Tinggi impiannya terutama di IUP yaitu program sarjana kelas internasional FH Unair. Namun, juga merasa sedih harus berpisah dengan semua sahabat terbaiknya di Smamda Surabaya.

“Keberhasilan ini berkat dukungan para Ustadz dan Ustadzah yang terus membimbing kami untuk menjadi generasi bangsa yang hebat, berakhlak dan berprestasi tanpa batas. Sekali lagi, saya pribadi menyampaikan terima ksih dan memohon maaf apabila selama di sekolah ada sikap dan ucapan yang tidak berkenan. Saya bangga menjadi siswa Smamda Surabaya,” kata Nabila.

Nabila juga berpesan kepada seluruh teman teman untuk terus semangat meraih mimpi dan tetap rendah hati serta membawa nama baik Smamda Surabaya dimana pun berada. Serta, memanfaatkan ilmu yang sudah didapat selama di Smamda Surabaya untuk kepentingan masyarakat.

Sri Kinasih (40) Bunda Nabila merasa bangga putrinya bisa lulus dengan nilai yang memuaskan di Smamda Surabaya. Terlebih lagi, bisa langsung diterima di FH Unair. Ini merupakan hadiah terbaik bagi orang tua.

“Nabila anak penurut yang memang lebih suka belajar. Terlebih melatih dan mengasah bahasa inggrisnya. Sehingga, mimpinya untuk bisa masuk di FH Unair tercapai. Kami sebagai orang tua hanya bisa memberikan doa terbaik dan semangat,” terang Kinasih.

Baca Juga  Gadis Berbakat Summer Nichols Meraih Gelar Putri Kebudayaan Cilik Nusantara 2025

Ditempat yang sama, Kepala Smamda Surabaya, Ustadz Muklasin menyampaikan rasa syukur, bangga dan mengapresiasi kepada seluruh wisudawan yang telah lulus dengan nilai terbaik. Sebanyak 395 siswa Smamda Surabaya dinyatakan lulus dengan nilai memuaskan.

“Ingat, wisuda ini bukanlah akhir, melainkan awal bagi para alumni untuk menjadi bagian dari masyarakat pembelajar,” tegas Ustadz Muklasin.

Untuk itu, lanjut Ustadz Muklasin, para lulusan diharapkan tidak lengah dalam menghadapi perkembangan zaman. Ini adalah momen pembuka bagi para wisudawan untuk terus bangun dan mandiri untuk menatap hidup selanjutnya.

Ustadz Muklasin juga menyampaikan pesan penting kepada para wisudawan untuk tetap memegang teguh nilai agama di amanapun berada, menjadikan nilai Islam dan Kemuhammadiyahan sebagai fondasi hidup serta menjadi penggerak dakwah di lingkungan masyarakat maupun kerja.

“Serta, tidak lupa untuk menjaga akhlak dan integritas. Selain itu, pentingnya tanggung jawab dan kemampuan menjalankan amanah di samping kecerdasan intelektual,” pesannya. (*)

  • Penulis : Endah Chatur
  • Foto : Endah
  • Editor : Tulus Black

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *