PEREMPUAN INDONESIA || Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) berdampak, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) terus memperkuat perannya dalam transformasi pendidikan jasmani nasional.

Mengusung tema “Pelatihan Implementasi TPACK (Technological Pedagogical and Content Knowledge) pada Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK)”, Unesa melakukan kolaborasi strategis dengan IGORNAS Jawa Timur sebagai mitra organisasi profesi guru olahraga di Jawa Timur.

Program yang diketuai oleh Diva Ristie Valentina, S.Pd., M.Pd. dengan tim pelaksana yang terdiri atas Prof. Dr. Drs. Abdul Rachman Syam Tuasikal, M.Pd., Dr. Sapto Wibowo, S.Pd., M.Pd., Dr. Mochamad Ridwan, S.Pd., M.Pd., dan Sri Wicahyani, M.Pd. Tim ini merepresentasikan kepakaran UNESA dalam bidang pedagogi olahraga, teknologi pembelajaran, dan pengembangan kompetensi guru.

Ketua Tim Pelaksana, Diva Ristie Valentina menuturkan bahwa, pelatihan ini difokuskan pada penerapan kerangka TPACK, yaitu integrasi antara penguasaan materi PJOK, strategi pedagogik, dan teknologi pembelajaran.

“Pendekatan ini menjadi kunci dalam menghadirkan pembelajaran PJOK yang tidak hanya aktif secara fisik, tetapi juga kaya secara kognitif, reflektif, dan relevan dengan karakter generasi digital,” ujar Diva melalui rilisnya, Kamis, (18/02/26) di Surabaya.

Menurut Diva, dalam kegiatan tersebut para guru dan calon guru PJOK yang tergabung dalam IGORNAS Jawa Timur dibekali keterampilan merancang perangkat pembelajaran yang memadukan aktivitas jasmani dengan media digital, aplikasi pembelajaran, dan asesmen berbasis teknologi.

“Melalui praktik langsung, peserta dilatih untuk mengembangkan skenario pembelajaran yang adaptif, interaktif, dan berorientasi pada capaian kompetensi siswa,” terangnya.

Kolaborasi UNESA dengan IGORNAS Jawa Timur memastikan bahwa model TPACK yang dikembangkan tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi dapat diterapkan secara realistis di berbagai konteks sekolah.

Keterlibatan organisasi profesi memungkinkan terjadinya penyelarasan antara standar akademik dan kebutuhan riil guru PJOK di lapangan.

Baca Juga  “The Beauty of China” ala The Westin Surabaya Pukau Penonton

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, UNESA mempertegas komitmennya dalam menyiapkan guru PJOK yang profesional, inovatif, dan siap menghadapi tantangan pembelajaran abad ke-21.

“Integrasi TPACK diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran PJOK, memperkuat literasi digital guru, serta menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi peserta didik,” ungkap Diva. (*)

  • Penulis : Endah Chatur
  • Foto : Istimewa
  • Editor : Tulus Black

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *