PEREMPUAN INDONESIA || Dalam rangka memperkuat ikatan persahabatan yang terjalin sejak remaja, alumni SMP Negeri 26 Surabaya angkatan tahun 1996 mengadakan kegiatan Temu Kangen atau Reuni.
Acara yang diselenggarakan pada Minggu, (06/09/26) di Hotel Regantris Surabaya ini disambut antusias oleh alumni SMP Negeri 26 Surabaya angkatan tahun 1996 dari berbagai kota di Indonesia.
Menariknya, acara reuni yang dihadiri 110 alumni sebagai ajang mempererat silaturahmi, pelepas kangen dan bernostalgia tersebut menjadi ajang mengekspresikan pengalaman masa sekolah melalui karya sastra.
Mengusung tema “Literasi Penulisan Puisi Masa SMP”, seluruh alumni diajak menuangkan kenangan, pengalaman dan kesan selama bersekolah di SMPN 26 Surabaya ke dalam bentuk puisi.
Lisetyo Ariyanti alumni yang kini aktif menjadi Dosen Sastra Inggris di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengaku bangga dan senang bisa bertemu dengan teman teman semasa SMP dulu untuk mengenang masa masa remaja.
“Reuni bukan hanya sekedar ajang temu kangen saja, tapi bagi kami kaum perempuan yang paling suka mencari kesibukan dirumah bisa menjadi ajang berbagi ilmu dan bisnis baru,” kata Ariyanti saat dijumpai Tim Perempuan Indonesia pada Minggu, (06/09/26).
Serunya lagi, lanjut Ariyanti, dalam acara reuni kali ini seluruh alumni ditantang untuk membuat karya puisi terbaik tentang perjalanan semasa SMP dulu.
Dikesempatan yang sama, Ketua Acara Reuni, Siswanto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh alumni angkatan 1996 yang sudah berkenan hadir. Meskipun, para alumni kini ada yang bertugas dan tinggal di berbagai kota hingga luar negeri
“Saya merasa lega dan bersyukur karena acara reuni ini akhirnya dapat terlaksana dengan baik dan sukses. Semua ini berkat kerja sama tim panitia yang sangat solid. Selama lima bulan terakhir, teman-teman panitia telah bekerja keras, sangat koordinatif, rela berkorban, dan pantang menyerah demi terlaksananya acara ini,” terang Siswanto.
Menurut Siswanto yang kini bekerja di salah satu perusahaan swasta ternama sebagai Supervisor, alumni datang dari berbagai penjuru Indonesia. Bahkan, sejumlah alumni yang kini tinggal di luar negeri turut menyempatkan diri untuk kembali ke Surabaya dan bergabung dalam reuni.
“Kehadiran para alumni dari berbagai daerah menunjukkan kuatnya ikatan persahabatan yang telah terjalin sejak masa SMP,” tandasnya.
Melalui perlombaan karya puisi tersebut bisa menjadi sarana untuk menghidupkan kembali memori masa remaja sekaligus mendorong alumni untuk terus mengembangkan kreativitas melalui kegiatan menulis.
Dari sejumlah karya puisi yang ditulis ada dua puisi yang terpilih untuk dibacakan. Diantaranya, karya Andriyanti alumni yang kini berprofesi sebagai guru Bahasa Inggris dan Kristian alumni yang saat ini aktif sebagai penggerak wisata di Solo.
“Kedua karya tersebut memperlihatkan bahwa pengalaman masa sekolah dapat menjadi sumber inspirasi yang terus hidup dan dapat dituangkan kembali dalam bentuk karya literasi, meskipun para alumni telah menempuh perjalanan hidup dan profesi yang beragam,” ungkap Siswanto.
Selain kegiatan literasi, berbagai kegiatan juga diselenggarakan untuk membangun keakraban dan menciptakan suasana hangat. Diantaranya, games, ice breaking, bernyanyi bersama, makan siang, pembagian doorprize, serta berbagai aktivitas interaktif lainnya.
Melalui reuni ini, literasi tidak hanya dipahami sebagai kegiatan membaca dan menulis, tetapi juga sebagai medium untuk merefleksikan pengalaman, mengabadikan kenangan, dan membangun kembali hubungan antarmanusia.
Penulisan puisi tentang masa SMP menjadi cara kreatif bagi para alumni untuk menyimpan memori kolektif sekaligus membuktikan bahwa semangat belajar dan berkarya dapat terus berlangsung sepanjang hayat.
Kenangan masa SMP yang dituangkan dalam kata-kata menjadi bukti bahwa sekolah tidak hanya meninggalkan pengetahuan, tetapi juga cerita, persahabatan, nilai-nilai kehidupan, dan pengalaman yang dapat terus hidup dalam karya. (*)
- Penulis : Delima Dewi (2D)
- Foto : Istimewa
- Editor : Tulus Black
