PEREMPUAN INDONESIA – Sebagai sosok perempuan muda keturunan yang cinta tradisi dan budaya, Miss Tionghoa Indonesia terus mendukung kelestarian budaya etnis Tionghoa. Salah satunya adalah kudapan khas yaitu Bakcang.

Melalui Festival Bakcang Surabaya 2025 yang diadakan pada Sabtu, (07/06/25) di Nola Learning Center Lagoon Avenue Surabaya, kaum hawa yang tergabung dalam Miss Tionghoa Indonesia bersama Organisasi Pecinta Seni Budaya Indonesia mengajak generasi muda turut berpartisipasi melestarikan Bakcang.

Perlu diketahui, Bakcang kudapan khas warga Tionghoa yang terbuat dari bahan dasar beras ketan ini menjadi symbol ikatan kekeluargaan sekaligus pelestarian budaya secara turun temurun,

Seperti ajakan yang disampaikan Adeline Efata Susanto (16) Miss Tionghoa Jawa Timur 2025 yang masih sekolah di Bina Bangsa School Malang ini. Ia menghimbau kepada masyarakat khususnya generasi muda untuk turut melestarikan kudapan khas Bakcang.

“Bakcang bukan hanya suatu kudapan enak namun memiliki filosofi yang mewakili sifat manusia yang baik,” kata Adeline.

Sifat baik tersebut diantaranya, Zhi zu (知足) sikap nerimo/legowo/tidak dengki, Gan en (感恩) Bersyukur atas berkah yang didapat, Shan jie (善解 Berpikiran positif dan melihat sisi baik pada orang lain dan Bao rong (包容) Merangkul dan menerima orang lain dengan kasih sayang.

Hal senada juga disampaikan Ayleena Tanawen (15) siswi SMA Petra 1 Surabaya yang juga ikut ajang Teen Miss Tionghoa Jawa Timur 2025. Dirinya mengaku suka kudapan Bakcang karena sering disuguhkan di rumah oleh orang tuanya.

“Melalui Festival Bakcang Surabaya 2025, aku ingin generasi muda khususnya warga Tionghoa bisa terus melestarikan kudapan lezat ini. Jangan sampai lupa hanya karena maraknya makanan siap saji. Karena, Bakcang tidak hanya sebuah kudapan saja tapi juga memiliki filosofi yang harus dijaga,” terang Ayleena.

Megan Suwandi (12) Runner Up 2 di ajang Little Miss Tionghoa Indonesia 2024 juga mengaku selain enak dan gurih, Bakcang menjadi sahabat setia saat perut lapar dikala waktu santai.

“Aku suka Bakcang dengan isian daging babi. Bikin kenyang walau hanya makan 1 biji saja. Sehingga, bisa menjadi teman sarapan dikala terburu buru menjalankan aktifitas,” seru Megan.

Megan juga berharap, semoga kudapan khas Bakcang ini bisa terus dilestarikan. Serta, bisa berinovasi dengan menghadirkan beraneka ragam rasa dagingnya serta kemasan yang lebih kekinian agar bisa menjadi kuliner yang menarik perhatian anak muda.

Bakcang yang menjadi salah satu symbol akulturasi budaya Tionghoa ini terbuat dari beras ketan sebagai bahan utama dengan isi daging, jamur shintake, kuning telur asin, seledri dan jahe yang dibungkus menggunakan daun pandaan atau daun bamboo bisa juga daun pisang. Dimana, prosesnya direbus di air mendidih selama 2-3 jam.

Menariknya lagi, dalam Festival Bakcang Surabaya 2025 ini, pengunjung juga disuguhi acara seru yaitu Bincang Budaya bertema “Bakcang dan Falsafahnya” dan demo memasak Bakcang. (*)

  • Pewarta : Endah Chatur
  • Foto : Istimewa (Kak Tulus)
  • Penerbit ; Tulus Black

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *