PEREMPUAN INDONESIA || Buah Hati Christian School Manyar Campus selalu memiliki inovasi baru untuk menerapkan pendidikan karakter terhadap siswa siswi dengan cara yang seru dan menyenangkan.

Kali ini, mengusung tema “Soccer Time with the Pro”, Buah Hati Christian School Manyar Campus mengadakan pembelajaran tematik bertema Sport dengan mengajak siswa TK-A dan TK-B belajar langsung bersama pemain profesional dari club Indonesia Madura United (MU) pada Kamis, (05/03/26).

Buah Hati Christian School Manyar Campus secara khusus menghadirkan pemain bola asal Brasil yang bergabung di MU seperti Carlos Parreira (Coach MU), Junior Brandao (Penyerang) dan Riquelme Sousa (Penyerang).

Kepala Sekolah Buah Hati School Manyar, Lyani Sihombing menuturkan, pendidikan karakter tidak hanya dibangun di dalam ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata. Dimana, pengalaman nyata memiliki peran penting dalam membangun pemahaman anak.

“Melalui interaksi langsung dengan figur profesional, anak belajar lebih dari sekadar teknik bermain bola. Namun, mereka belajar tentang karakter, tentang proses, dan tentang bagaimana usaha serta disiplin menjadi bagian dari perjalanan mencapai tujuan,” tutur Lyani.

Menurut Lyani, antusias bermain bola tersebut disambut semua siswa termasuk siswa perempuan. Melalui Soccer Time with the Pro, sekolah menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan gaya hidup sehat sejak usia dini.

“Kebetulan salah satu orang tua murid yang berprofesi sebagai atlet profesional bola berkenan hadir menjadi tamu undangan. Kolaborasi ini menjadi wujud sinergi antara sekolah dan keluarga dalam menghadirkan pembelajaran kontekstual yang relevan dengan kehidupan nyata anak,” terangnya.

Melalui interaksi langsung dengan figur profesional, anak tidak sekadar mengenal olahraga sebagai aktivitas fisik, tetapi sebagai ruang belajar karakter.

Baca Juga  ARTOTEL TS Suites Tawarkan Kuliner Enak Buat Kongkow Bareng Bestie

Dalam kesempatan tersebut, siswa juga diajak mengikuti pemanasan, latihan dasar menggiring dan menendang bola, hingga permainan kelompok yang dirancang sesuai tahap perkembangan usia dini.

“Melalui pengalaman tersebut, anak belajar tentang kerja sama, sportivitas, disiplin, keberanian mencoba, serta bagaimana menerima proses dalam sebuah permainan. Olahraga menjadi medium pembelajaran sosial dan emosional yang berlangsung secara alami dan menyenangkan,” ungkap Lyani.

Keseruan pembelajaran tematik bertema Sport tersebut dirasakan langsung oleh siswa. Salah satunya, Gwyneth (5). Meskipun perempuan, Siswi TK-B ini terlihat semangat dan antusias mengikuti arahan Carlos Parreira (Coach MU) untuk melakukan tendangan bola ke gawang. (*)

  • Pewarta : Endah Chatur
  • Foto : Endah
  • Editor : Tulus Black

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *