PEREMPUAN INDONESIA || Expo Pasar Digital UMKM Indonesia (PaDi UMKM), Hybrid Expo & Conference 2025 yang diselenggarakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Pakuwon Mall Surabaya diserbu kaum hawa.
Ratusan kaum hawa yang terdiri dari para ibu dan remaja putri turut hadir di acara Opening Ceremony PaDi UMKM yang dibuka langsung oleh Wakil Menteri (Wamen) BUMN, Aminuddin Ma’ruf pada Jumat, (01/08/25).
Dalam kesempatan tersebut, pengunjung berbondong bondong membeli produk produk lokal UMKM mulai makanan dan minuman, kerajinan tangan, aksesoris hingga pakaian batik sebagai bentuk dukungan UMKM naik kelas.
Seperti yang dilakukan Monica (35) pengunjung asal Surabaya yang membeli produk makanan dan minuman olahan lokal dari UMKM. Dirinya mengaku kebetulan sedang jalan jalan di Pakuwon Mall Surabaya lalu tertarik membeli produk lokal di pameran PaDi UMKM.
“Sebenarnya produk lokal itu gak kalah bagusnya loh ama produk impor. Baik itu makanan atau pakaian. Malah kita ikut mendukung program pemerintah untuk memajukan UMKM,” kata Monica.
PaDi UMKM 2025 yang diselenggarakan mulai 01 – 03 Agustus 2025 di Pakuwon Mall Surabaya ini diikuti ratusan pelaku UMKM beragam produk dari berbagai kota/kabupaten di Jawa Timur.
Loto Srinaita Ginting, Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Kementerian BUMN menjelaskan, expo PaDi UMKM ini sebagai langkah konkret BUMN untuk menjawab masalah keterbatasan akses pasar bagi UMKM.
“Expo ini juga dalam rangka mendukung kemajuan perekonomian pelaku UMKM. Oleh karena itu, BUMN menggandeng UMKM sebagai mitra strategis dalam pengadaan barang dan jasa,” terang Loto.
Menurut Loto, banyak UMKM memiliki produk peoduk yang bagus. Namun, tidak memiliki akses kepusat perbelanjaan seperti mall. Melalui expo ini, BUMN berusaha pertemukan UMKM dengan pembeli, BUMN, hingga investor.
Selain pameran, dalam expo PaDi UMKM juga menghadirkan forum edukasi digitalisasi usaha, sesi business matching, dan penguatan jaringan kemitraan antara UMKM dengan BUMN serta pihak swasta.
Gelaran PaDi UMKM kali ini tak hanya menjadi ruang transaksi, tetapi simbol perubahan arah pembangunan ekonomi nasional dari terpusat ke tersebar, dari konvensional ke digital, dari elite ke rakyat. (*)
- Pewarta : Endah Chatur
- Foto : Istimewa (Kak Tulus)
- Penerbit : Tulus Black
