PEREMPUAN INDONESIA || Asosiasi Praktisi Protokol Indonesia (APPI) merupakan organisasi profesi yang berkomitmen menjadi rumah bagi seluruh praktisi protokol di Indonesia. Dimana, bertujuan membangun jejaring dan menciptakan standar kerja unggul bagi seluruh anggota.

Hal tersebut disampaikan secara tegas oleh Ketua Umum DPP APPI, Maria Agustina Mamahit dalam pengukuhan jajaran pengurus Dewan Pengurus Pusat (DPP) dan Dewan Pengurus Daerah (DPD) masa bakti 2026–2030 pada Sabtu, (11/07/26) di kantor Sekretariat APPI Surabaya.

“Melalui pengukuhan tersebut, APPI ingin mendorong standardisasi profesi protokol di Indonesia, Sekaligus, memperkuat organisasi dan meningkatkan kompetensi praktisi,” tutur Maria.

Ketua Umum DPP APPI periode 2026 – 2030, Maria Agustina Mamahit. (Foto : Endah/Perempuan Indonesia)

Maria Agustina juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh jajaran pengurus dan anggota yang telah bekerjasama saling mendukung terbentuknya struktur organisasi DPP dan DPD APPI.

“Pengukuhan ini menjadi momentum strategis bagi APPI dalam memperkokoh eksistensi dan peran praktisi protokol di seluruh Indonesia,” terangnya.

Sekaligus, lanjut Maria, menegaskan komitmen organisasi dalam mewujudkan standar keprotokolan yang profesional dan berwibawa di lingkungan pemerintahan maupun swasta. Dimana, kehadiran asosiasi ini bertujuan meningkatkan profesionalisme dan martabat profesi protokol di tanah air.

“Melalui APPI, kami berharap dapat tercipta sinergi yang kuat di antara para praktisi dalam menghadapi tantangan keprotokolan yang kian dinamis,” tegasnya.

Prahastiwi Kurnia Sitorosmi selaku Sekretaris Jenderal DPP APPI menambahkan, APPI adalah organisasi profesi yang berkomitmen menjadi rumah bagi seluruh praktisi protokol di Indonesia. Berpusat di Kota Surabaya, APPI terus membangun jejaring dan berkomitmen menciptakan standar kerja unggul bagi seluruh anggotanya.

“Kami berharap, APPI mampu memperkuat pengakuan terhadap profesi protocol. Sekaligus, menjadi mitra dalam meningkatkan kualitas penyelenggarakaan protokol yang semakin profesional dan berwibawa,” tandas Tiwi.

Baca Juga  Tingkatkan Mutu SDM di Kabupaten Madiun, Tim LSP Unesa Berikan Pelatihan Uji Sertifikasi

Tiwi menyebutkan ada enam pilar utama yang menjadi landasan terbentuknya struktur organisasi. Diantaranya, Menghimpun praktisi protokol dari berbagai instansi pemerintahan maupun swasta, Meningkatkan profesionalisme praktisi protocol, Mendorong standardisasi keprotokolan nasional, Menjadi wadah pengembangan karier dan pengakuan profesi, Memperkuat citra dan martabat profesi protocol dan Menjadi wadah komunikasi dan jejaring nasional.

Perlu diketahui, struktur organisasi DPP APPI juga didukung Diah Winarny (Bendahara Umum), Nanik Karsini (Ketua Dewan Penasihat) dan Yusuf Maulidin (Ketua Dewan Pengawas). Selain kepengurusan pusat, pengukuhan juga mencakup jajaran DPD di tujuh provinsi seperti Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Bali, Sulawesi Tengah, dan Papua yang akan menggerakkan roda organisasi di tingkat wilayah.

Swastrining Tyas yang menjabat sebagai Ketua DPD APPI Jawa Timur mengaku bangga dan senang kini profesi protokol sudah memiliki wadah sebagai ajang membangun jejaring dan menciptakan standar kerja unggul bagi seluruh anggota.

“Melalui APPI kami berharap bisa menjadi wadah pengembangan kapasitas, komunikasi dan kolaborasi antar praktisi protokol,” pungkas Tyas. (*)

  • Penulis : Endah Chatur
  • Foto : Endah
  • Editor : Tulus Black

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *