PEREMPUAN INDONESIA || Haru, sedih namun merasa bangga. Mungkin ini yang dirasakan para penonton saat diajak Nonton Duluan film Seni Merayu Tuhan bersama Husein Ja’Far Al Hadar yang lebih dikenal dengan Habib Ja’far pada Kamis, (07/08/26) di XXI Tunjungan Plaza Surabaya.

Terlebih lagi, kaum perempuan yang rata rata remaja putri dan ibu ibu terlihat antusias menonton film yang dikemas dengan genre drama coming of age sembari membawa buku Seni Merayu Tuhan untuk minta tanda tangan langsung ke penulisnya Habib Ja’far.

Salah satunya Uyun (29) perempuan asal Malang yang bela belain ke Surabaya hanya ingin bertemu langsung dengan Habib Ja’far untuk minta tanda tangan di buku Seni Merayu Tuhan miliknya. Sekaligus, nonton filmnya.

“Seneng bisa mendapatkan tanda tangan langsung Habib Ja’far. Apalagi, film ini sangat relate dengan perjalanan hidup banyak masyarakat terutama anak muda sekarang seperti saya ini yang kerap juga lupa akan patuah ibu. Serta, kerap lupa akan ibadah saat lagi di posisi atas. Namun, ingat akan Tuhan saat lagi tertimba musibah,” aku Uyun tertunduk sedih.

Hal senada juga disampaikan Naqi (34) Dosen UIN Malang yang mengaku sedih sekaligus bangga melihat film Seni Merayu Tuhan yang memiliki banyak pencerahan dan edukasi bagi generasi muda agar selalu ingat akan Ibu dan Tuhan.

“Cerita film ini begitu menyentuh. Karena real masih banyak anak yang sering lupa kepada ibunya akibat kesibukan kerja, kuliah hingga hanya hal sepele bermain. Semoga, usai melihat film ini bisa mengingatkan kita kenbali akan ibu dan tuhan,” terang Naqi.

Perlu diketahui, Film Seni Merayu Tuhan yang dibintangi oleh Ari Irham, Lutesha, Rieke Diah Pitaloka, Teuku Ryzki, Habib Jafar serta Arie Kriting ini diadaptasi dari buku best seller Seni Merayu Tuhan karya Habib Ja’Far yang sukses mencuri perhatan publik.

Baca Juga  Dukung UMKM Naik Kelas, Mahasiswa DKV Unesa Desain Kemasan Produk Menarik

Film Seni Merayu Tuhan yang bercerita tentang proses pendewasaan dan mencari jalan kebaikan ini akan resmi tayang serentak di bioskop Indonesia pada 13 Agustus 2026 mendatang.

Menurut Habib Ja’far, film ini masih membicarakan tentang spiritualitas, tapi utamanya adalah cerita tentang pendewasaan, baik dalam kisah cinta, remaja, relasi anak dan ibu, dan relasi persahabatan. Sehingga, banyak dari penonton merasa relate dengan perjalanan film tersebut.

“Ketika banyak orang bersemangat untuk kembali ke Tuhannya tapi cenderung pendekatannya hanya secara ritual. Nah, film Seni Merayu Tuhan ini ingin mengajak kita semua untuk kembali berefleksi, apakah cara kita beribadah dan menjalani kehidupan hanya untuk mencapai tujuan semu atau benar-benar dilandasi keikhlasan,” tandas Habib Ja’far.

Melalui film Seni Merayu Tuhan ini, Habib Ja’far berdoa dan berharap bisa menjadi ruang kontemplatif untuk semua masyarakat khususnya anak muda agar bisa kembali berbuat kebaikan sepenuh hati. Serta, memberikan refleksi tentang proses pendewasaan dan cerminan bagi banyak anak muda tentang mencari makna dalam hidup.

Istimewanya lagi, dalam program Nonton Duluan bersama Habib Ja’far di XXI Tunjungan Plaza 1 Surabaya ini selain dihadiri ratusan penonton dari berbagai kota seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik hingga Malang juga dihadiri Konten Kreator Andi Sugar bersama Ibundanya Mama Elly. (*)

  • Penulis : Delima Dewi (2D)
  • Foto : 2D
  • Editor : Tulus Black

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *