PEREMPUAN INDONESIA || Sudah saatnya generasi muda terutama siswa siswi Cita Hati Christian School mampu mengambil inisiatif, memimpin dan menciptakan dampak nyata di luar kelas.
Melalui ajang Konferensi Model United Nations (MUN), siswa siswi Cita Hati Christian School Pakuwon City Campus mengajak generasi muda lintas sekolah untuk bisa mengasah kemampuan diplomasi, kerja sama dan pengambilan keputusan.
Hebatnya, Konferensi MUN yang dirancang dan diselenggarakan oleh siswa siswi SMA Cita Hati School Pakuwon City Campus ini diikuti oleh peserta berbagai sekolah dari Surabaya, Situbondo, Jombang dan Lombok.
Freya Annabelle Laupato (16) siswi SMA Cita Hati kelas 11 yang menjabat Sekjen menuturkan bahwa, melalui Konferensi MUN ini memberi kesempatan kepada generasi muda untuk memimpin dan mengelola forum antar sekolah.
“Pengalaman ini bukan sekadar latihan akademik, tetapi juga membentuk kepemimpinan dan tanggung jawab kami sebagai siswa,” tutur Freya saat dijumpai tim Perempuan Indonesia disela sela Konferensi MUN, Sabtu, (07/02/26).
Menurut Freya, Congress of Olympus khusus untuk peserta SMP menyoroti peran dan tanggung jawab dalam Perang Troya. Dimana, peserta diajak menelusuri isu-isu kompleks ini secara mandala. Sekaligus, belajar berpikir kritis dan bernegosiasi seperti di forum internasional sesungguhnya.
Selain itu, IPC menjadi inovasi yang membedakan konferensi ini. Peserta berperan sebagai jurnalis, melakukan peliputan sidang setiap dewan, menulis artikel, dan menyusun laporan layaknya media internasional.
Ditempat yang sama, Supervisor Konferensi Model MUN, Karila Wisudayanti mengaku bangga dan mengapresiasi karena Konferensi MUN ini dirancang dan diselenggarakan oleh siswa siswi SMA Cita Hati School Pakuwon City Campus.
“Kami sangat bangga dan mengapresiasi siswa Cita Hati yang berinisiatif menyelenggarakan forum ini. Mereka tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga mampu memimpin, berpikir kritis, dan berkolaborasi lintas sekolah,” terang Karila.
Karila menambahkan, kegiatan Konferensi MUN juga mencerminkan penerapan pendekatan International Baccalaureate (IB). Dimana, siswa tidak hanya mempelajari isu global secara konseptual, tetapi mengalaminya langsung melalui diskusi, negosiasi dan pengambilan keputusan yang menuntut pemikiran kritis, empati serta tanggung jawab sebagai individu berwawasan global.
Melalui program Konferensi MUN ini, Cita Hati ingin memperkenalkan siswa pada peran strategis media dalam dinamika diplomasi global dan melatih mereka berkomunikasi secara bertanggung jawab.
Sekaligus, menunjukkan bagaimana sekolah dapat memfasilitasi inisiatif siswa, membina kepemimpinan, dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis yang relevan dengan tantangan global. (*)
- Pewarta : Endah Chatur
- Foto : Endah
- Editor : Tulus Black
