PEREMPUAN INDONESIA || Penyanyi cantik jebolan ajang Indonesian Idol musim kesepuluh tahun 2019 kembali merilis single terbaru berjudul “Aku Juga Manusia” dibawah label Inspire Music.
Pemilik nama Alda Wiyekedella Arief Suyoso yang lebih dikenal dengan nama panggung Awdella Idol resmi merilis single baru berjudul “Aku Juga Manusia” pada 23 Januari 2026.
Saat dijumpai di Kota Surabaya, perempuan asal Jawa Timur ini menuturkan bahwa, single baru “Aku Juga Manusia” yang ditulis oleh Dimas Wibisana dan Bianca Nelwan ini dirilis untuk mengikuti jejak single yang sukses seperti Tertawan Hati (2022), Akhir Cerita Cinta (2023), Tak Bisa Bilang (2023) dan Bagaimana Kabarmu (2024).
“Single terbaru “Aku Juga Manusia” ini mengangkat tema hubungan personal. Dimana, mengisahkan tentang pergulatan batin seorang perempuan yang bertahan dalam toxic relationship,” tutur Awdella, Jumat, (23/01/26) di Surabaya.
“Ini single ke 8 saya. Dimana, melalui lagu ini diharapkan teman teman yang mmeiliki toxik berani lepas. Karena, ketika hubungan itu tidak sehat bisa merusak mental,” sambungnya.
Awdella menceritakan, dalam lagu tersebut Ia sering merasa diabaikan dan tidak dicintai secara utuh, namun memilih diam dengan keyakinan bahwa waktu dan kesabaran akan memperbaiki keadaan. Lagu “Aku Juga Manusia” mengangkat kisah pergulatan batin seorang perempuan yang terjebak dalam hubungan yang tidak sehat.
“Dalam lagu ini juga menceritakan dirinya yang kerap disakiti, dan sering kali harus menyingkirkan perasaannya sendiri demi mempertahankan hubungan tersebut,” terangnya.
Meski luka emosional terus menumpuk, ia memilih untuk tetap bertahan dalam diam. Didorong oleh harapan bahwa waktu, kesabaran, dan pengorbanan yang ia berikan suatu hari akan mampu mengubah keadaan serta menghadirkan cinta yang lebih utuh.
Lebih dari sekadar lagu tentang patah hati, “Aku Juga Manusia” menjadi potret kelelahan emosional akibat mencintai dalam ketidakseimbangan.
“Lagu ini menyuarakan pengalaman banyak orang yang terlalu lama menunggu perubahan dalam hubungan yang menyakitkan. Sekaligus, menyampaikan pesan kuat bahwa setiap manusia berhak dicintai secara layak tanpa harus kehilangan dirinya sendiri,” ungkap Awdella. (*)
- Pewarta : Endah Chatur
- Foto : Istimewa
- Editor : Ronie Dwito
