PEREMPUAN INDONESIA || Pameran tunggal lukisan Presiden RI Ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang diselenggarakan di Kota Surabaya mampu menyita perhatian banyak kalangan masyarakat. Tidak hanya pecinta seni namun juga kaum perempuan.
Sebanyak 100 lukisan SBY yang dipamerkan mulai 16 – 29 September 2026 di Voza Tower Lt. 25 Surabaya ini menjadi magnet tersendiri bagi berbagai generasi dan latar belakang masyarakat untuk menikmati, mengapresiasi, serta memperoleh inspirasi melalui seni.
Salah satunya, Yuliana Sidharta (43) pengunjung asal Surabaya yang hadir bersama sahabatnya ini mengaku kagum dan bangga melihat beragam karya karya lukisan terbaik mantan Presiden RI Ke 6. Ia juga tidak menyangka SBY adalah seniman.
“Jujur saya tidak menyangka ternyata bapak SBY ini juga seorang seniman. Karena, saya mengenal sosok beliau ini hanya sebagai Presiden RI,” ujar Yuliana sembari tersenyum saat ditemui Tim Perempuan Indonesia pada Minggu, (27/09/26).
Menurut Yuliana, hampir semua lukisan yang dipamerkan memiliki makna yang mendalam tentang kehidupan yang mampu menyentuh hati. Diantaranya, lukisan bertema “Petronas Towers, Kuala lumpur (2025) erukura 48,5cmx31cm dan Dry River (2026) berukuran 40cmx50cm.
“Kedua lukisan itu memiliki arti tersendiri buat saya. Karena saya pernah melihat langsung Petronas Towers dan memang indah. Sedangkan, Dry River memiliki makna mendalam yang menjadi teguran bagi kita semua masyarakat untuk menjaga alam,” terangnya.
Yuliana mengaku ingin bisa bertemu langsung dengan SBY saat Opening Ceremony Pameran lukisan Tungga, namun teryata tidak semudah itu bisa langsung hadir. Melainkan harus mendaftar terlebih dahulu untuk bisa melihat pameran lukisan SBY.
“Sedih sih tapi saya bangga dan bersyukur bisa mendapatkan buku SBY yang berisikan karya karya puisinya. Meskipun, terlambat untuk bisa mendapatkan tanda tangan secara langsung, namun setidaknya bisa mengobati rasa kecewanya,” ungkapnya bahagia.
Perlu diketahui, salah satu semangat utama penyelenggaraan pameran adalah menghadirkan seni sebagai pengalaman yang inklusif dan dapat dinikmati oleh siapa saja. Selama penyelenggaraan, ruang galeri menjadi titik temu masyarakat dari berbagai usia dan latar belakang.
Media juga mencatat kehadiran pengunjung dari beragam kalangan, dari anak-anak, perempuan, keluarga, seniman, siswa & mahasiswa, pemerintah profesional, pengusaha, hingga komunitas.
Kehadiran mereka memperlihatkan bahwa seni dapat menjadi bahasa universal yang melampaui profesi, usia, maupun latar belakang. Setiap pengunjung dapat menemukan maknanya sendiri, baik melalui keindahan visual ataupun cerita di balik karya.
Menariknya lagi, pihak penyelenggara secara konsisten menghadirkan acara-acara setiap harinya di event space yang berada tepat di samping entrance gate area galeri. Berbagai jenis acara tersebut lahir dari sinergi lintas pihak untuk menjangkau audiens yang beragam.
Beberapa kegiatan tersebut diantaranya sesi talkshow dan workshop yang ada yang dipandu langsung oleh SBY, live painting oleh SBY, melukis di atas tas dan keramik, mewarnai bersama anak-anak, penampilan fashion show wastra Nusantara, hingga membaca puisi karya SBY. (*)
- Penulis : Delima Chatur (2D)
- Foto : 2D
- Editor : Tulus Black
